Predator Anak di Haltim Kian Mengerikan

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Maba: Tindak kriminal berupa pencabulan dan persetubuhan tehadap anak di bawah umur di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, kian mengkhawatirkan.

Terhitung sejak Januari 2021 hingga Maret ini, sudah ada 14 kasus sejenis yang ditangani aparat penegak hukum (APH) di Haltim.

Kepala Kejari Haltim, Adri Notanubun, dalam konferensi persi di Kantor Kejaksaan Negeri Haltim, Kamis (25/3/2021) mengungkapkan, total kasus kriminalitas yang ditangani APH sepanjang 2021 sebanyak 20 kasus.

Notanubun bilang, jumlah ini berdasarkan jumlah surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterima Kejari dari Polres Haltim.

Link Banner

Dia menuturkan, dari 20 kasus yang ditangani pihaknya, 14 kasus di antaranya merupakan kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.

Baca Juga  Bawaslu Se-Maluku Utara Tak Minta Anggaran Tambahan Pilkada 2020

“Mengantongi sebanyak 20 SPDP kasus kriminal, baik pencurian maupun pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur,” ungkap Adri.

Mengantisipasi tingginya angka kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur, Kejari telah melakukan edukasi dan bimbingan pemahaman hukum kepada seluruh elemen dan masyarakat Haltim demi kesadaran hukum bagi masyarakat.

“Dengan sosialisasi dan edukasi itu tentu akan membantu masyarakat memahami dampak dari melanggar hukum, sehingga kami bertekad akan tetap selalu melakukan sosialisasi dan imbauan terkait hukum di wilayah hukum Kejari Haltim,” ungkap Adri.

Melansir tandaseru.com, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum), Novy Saputra menambahkan, kasus tindak pidana umum yang dilaporkan oleh polsek-polsek dan Polres Haltim yang paling dominan pada tahun 2021 adalah pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur, disusul kecelakaan lalu lintas, dan pencurian.

Baca Juga  Bahas Jalan Lingkar Obi, OKP Halsel Temui Pihak PT. Harita Group

“Dengan meningkatnya kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur sejauh ini telah gencar dilakukan penyuluhan di tingkat sekolah yang ada di Haltim dan masyarakat pada umumnya agar menekan angka pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur,” tandas Novy.

(red/tsc)