Prof. Iwamony: Gereja Orang Basudara Harus Perjuangkan Kesetaraan dan Keadilan di Tengah Krisis Kebangsaan

oleh -347 views

Porostimur.com, Ambon – Gereja Orang Basudara (GOB), adalah frase yang dirumuskan berdasarkan falsafah ‘hidop orang basudara’. Hidop Orang Basudara adalah frase yang mendapatkan perhatian bukan hanya masyarakat luas, tetapi juga oleh Gereja Protestan Maluku (GPM).

Hal tersebut ditegaskan Prof. Rachel Iwamony, Ph.D, di sesi II Semiloka Teologi dan Penjemaatan Dokumen Keesaan Gereja (DKG), di GPM Hok Im Tong, Ambon, Jumat (2/5/2025).

Mengulik Gereja Orang Basudara Merespons Krisis Kebangsaan, Guru Besar Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) ini mengatakan, artikel Ketua Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella berjudul “Menjadi Gereja Orang Bersaudara: Praksis GPM dalam Masyarakat,” memberi gambaran utuh, tentang konteks lahirnya kesadaran GPM sebagai GOB.

Baca Juga  Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kepulauan Aru Turun dalam 5 Tahun Terakhir

Menurut Rachel Iwamony, upaya GPM merumuskan dirinya sebagai GOB, tidak hanya terbatas pada aspek keterbukaan hidup bersama dan berjalan bersama saudara-saudari yang beragama lain.

Ia melihat, artikel tersebut juga melihat keterlibatan bersama, dalam pergumulan masyarakat secara lebih luas, terkait persoalan persoalan ekonomi, sosial, politik dan hal-hal lainnya.

“GOB adalah prinsip bergereja dari GPM, untuk membentuk bukan hanya perspektif teologis dan sikap gereja terbuka terhadap penganut agama lain sebagai saudara seperjalanan, tetapi juga dalam dimensi kehidupan lain secara utuh,” ujar Iwamony.

No More Posts Available.

No more pages to load.