Dalam posisi tersebut, ia aktif mengunjungi berbagai perguruan tinggi untuk berdialog dengan mahasiswa, dosen, dan akademisi sekaligus menjaring aspirasi mengenai masa depan sektor energi Indonesia.
Sedikitnya 28 perguruan tinggi telah dikunjunginya dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Maluku menjadi salah satu daerah yang dikunjunginya. Pada 14 Juni 2025, Kiat hadir di Politeknik Negeri Ambon dan memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa serta tenaga pengajar.
Di kampus tempat ia berbagi gagasan dengan generasi muda Maluku itu, Kiat memaparkan arah kebijakan Kementerian ESDM dan strategi pemerintah meningkatkan produksi minyak dan gas nasional.
Tiga Strategi Percepatan Migas dan Tantangan Maluku
Dalam pemaparannya, Kiat menjelaskan tiga strategi utama pemerintah untuk mempercepat pengembangan sektor migas nasional.
Pertama, memperbaiki skema investasi agar iklim usaha lebih menarik, kompetitif, dan memberikan kepastian kepada investor.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi penting bagi wilayah kepulauan seperti Maluku yang memiliki tantangan geografis dan membutuhkan kebijakan investasi yang lebih adaptif untuk mendorong eksplorasi serta produksi migas.
Kedua, memperkuat pengumpulan data dan meningkatkan kegiatan eksplorasi sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat.









