Rahawarin: “Beta Janji Beta Jaga,” itu Komitmen, Kalau Rakyat Maluku Percaya, Kita Siap Kerja

oleh -1.461 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI (Purn) Jeffry Apoly Rahawarin, menanggapi santai sinisme atas tage linenya Maluku untuk Semua “Beta Janji Beta Jaga”.

Menurut Rahawarin, gagasan tersebut memang sederhana, namun jika terimplementasi maka akan membawa pembangunan Maluku ke arah yang baru dan lebih baik.

Mantan Pangdam XVI/Pattimura ini menilai, pembangunan Maluku saat ini seakan tidak terarah. Sehingga berbagai program pembangunan yang telah dilakukan, tak terlihat dengan jelas arah dan capaiannya. Manfaatnya juga belum dirasakan secara signifikan oleh masyarakat.

“Maluku untuk Semua. Beta Janji Beta Jaga. Itu sebuah komitmen. Bukan “kewel” atau asal bunyi dan omong doang,” katanya melansir suaramaluku.com, Kamis (10/3/2022).

Menurut JAR, niatnya untuk maju pada Pilkada Maluku 2024 bukan untuk bersaing dengan petahana. Namun hanya untuk mewujudkan percepatan pembangunan, dengan membuat perubahan baru bagi pembangunan di Maluku yang lebih terarah.

Baca Juga  Valentino Rossi Gunakan Teknisi yang Belum Berpengalaman di Sisa Seri 2019

“Bukan karena kita tidak suka dengan dia (Gubernur Maluku saat ini, red-) atau tidak senang dengan dia. Beliau orang baik, tapi kita ingin percepatan pembangunan di Maluku mengalami perubahan. Itu yang menjadi alasan utama saya,” ucapnya.

Rahawarin bilang, komitmen untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat Maluku yang terpuruk dalam berbagai aspek, termasuk membenahi persoalan kepemimpinan (leadership) yang lebih baiklah yang mendorong dirinya maju sebagai calon gubernur pada Pilkada 2024 mendatang.

“Sebagai anak daerah, saya cukup sedih melihat perkembangan Maluku yang entah mau dikemanakan. Saya rasa, siapapun anak daerah akan merasa terpanggil untuk maju sebagai figur calon kepala daerah di Maluku, jika kondisi pembangunan di Maluku berjalan seperti saat ini,” terang Rahawarin.

Baca Juga  Sambut HAB Kemenag Halsel Bagi 100 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa

Rahawarin menjelaskan, dalam upaya membangun Maluku yang lebih emas, harus didasari oleh kebersamaan, sehingga tercipta Maluku milik bersama,  tanpa ada perbedaan. Terutama dari segi penataan birokrasi, yang menurutnya harus dilakukan secara profesional berdasarkan kemampuan, bukan berdasarkan suka atau tidak suka.  

“Kita melihat sekarang ini, seperti yang saya sampaikan kalau sampai sekarang ini masih ada istilah “Itu dong, ini katong”. Saya mau hilangkan semua istilah itu. Jadi kalau untuk “Maluku Bersama”, itu semua secara bersama-sama membangun Maluku. Karena tidak ada dalam pemerintahan, siapa yang lebih hebat dari siapa,” terangnya.

Salah satu implementasi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan “Maluku Bersama”, dapat dimulai dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) Maluku yang berasal dari keterwakilan unsur keberagaman.

Baca Juga  Kapolres Malteng Terima Kunjungan Silaturahmi Pimpinan PLN Area Masohi

“Misalnya, anak sekolah yang terbaik dari semua daerah-daerah, kita ambil. Kita koordinasikan dengan pusat untuk dimasukkan kuliah diperguruan tinggi ternama, masuk AKABRI. Tapi itu dari semua unsur ada disitu. Semua daerah kita ambil. Itu semua contoh implementasi yang saya mau,” tukasnya.

Ketika ditanya sikapnya terkait sindirian gubernur Maluku terkait tage line “Beta Janji Beta Jaga”, jenderal yang murah senyum ini pun meresponnya dengan santai dan santun.

“Yang seperti itu gak usah dibesar-besarkan, ngak perlu juga ditanggapi. Hanya menghabiskan energi? Biarlah masyarakat Maluku yang menilai. Rakyatlah yang melihat, merasakan dan menilai dampak kepemimpinan seseorang tokoh. Rakyat Maluku itu sudah cerdas dan dewasa dalam berpolitik,” ujarnya (Tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.