Risiko Disfungsi Pemerintahan Prabowo

oleh -717 views

Oleh: Nazaruddin, Kolumnis, Pemerhati Sosial Politik

Satu tahun berjalan, Kabinet Merah Putih semakin menunjukkan wajah aslinya: sebuah eksperimen loyalitas yang mahal. Keputusan Presiden Prabowo Subianto menempatkan “Hambalang Boys”—para kader muda yang tumbuh di bawah gemblengannya di Padepokan Garuda Yaksa—di posisi jantung pemerintahan kini mulai menampakkan lubang-lubang besar.

Dari Luar Negeri hingga Sekretariat Negara, kapasitas yang dinilai medioker dan nihil pengalaman birokrasi mulai berdampak pada macetnya roda pemerintahan.

​Sugiono dan Kemunduran Diplomasi RI

​Kritik paling keras menghantam Sugiono. Sebagai Menteri Luar Negeri pertama dari latar belakang non-diplomat karier dalam beberapa dekade, Sugiono dianggap gagal mengimbangi ritme diplomasi internasional yang dinamis.

Baca Juga  Rp1 Miliar Dana Beasiswa STAIA Diduga Dikorupsi, Bassam Kasuba: Sangat Disesalkan!

​Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, sempat menyuarakan keresahan para diplomat senior dan duta besar tentang sulitnya mengakses sang menteri. Kabar mengenai “tembok tebal” di Pejambon (kantor Kemlu) bukan lagi rahasia; para dubes mengeluh sulitnya berkoordinasi, sementara menlu sendiri sering absen dalam forum-forum diplomatik krusial.

Alih-alih menjadi wajah Indonesia di dunia, Sugiono terlihat lebih berperan sebagai “asisten urusan luar negeri pribadi” presiden, membuat institusi sebesar Kemlu kehilangan kompas kepemimpinan dan wibawa di mata internasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.