Roberth Hutuely Ditunjuk Pimpin Jejaring Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi Pulau Buano

oleh -111 views
Kordum Jejaring Kelompok Pengelolaan Kolaboratif KK Pulau Buano, Roberth Hutuely.

“Kita akan tetap konsisten melakukan berbagai kegiatan untuk mengurangi praktik penangkapan ikan dengan bom dan potas. Jika itu bisa dilakukan, kelestarian KK Pulau Buano akan terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, terjaganya kawasan konservasi akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Ia menjelaskan, ekosistem laut yang sehat akan meningkatkan hasil tangkapan sekaligus mengurangi biaya operasional karena nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh.

“Kelompok kolaborasi akan konsisten menjaga kelestarian perairan KK Pulau Buano dan perairan sekitar. Termasuk juga menerapkan konservasi berbasis kearifan lokal seperti sasi di Waesala dan Soleh,” katanya.

Susun Lima Program Prioritas

Roberth mengatakan jejaring yang baru terbentuk juga telah menyusun rencana kerja sebagai pedoman pelaksanaan program pengelolaan kawasan konservasi ke depan.

Baca Juga  KKB Diduga Bakar Pesawat AMA di Yahukimo, Polisi Masih Selidiki Kondisi Pilot

Dalam proses penyusunannya, Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS bertindak sebagai fasilitator.

Direktur Program Yayasan SAHARI, Noni Tuharea, menjelaskan terdapat lima program prioritas yang akan menjadi fokus kerja jejaring.

Kelima program tersebut meliputi pengawasan kawasan konservasi, pemetaan ekosistem, penguatan kapasitas kelompok, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, serta monitoring dan evaluasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.