Benar bahwa kelihatan dari luar, kehidupan personal Rolling Stones berantakan. Namun bisa dipastikan dalam kehidupan pribadi, mereka memiliki disiplin tinggi. Disiplin dalam berefleksi, berpikir, dan bertindak.
Inilah alasan pertama mengapa Rolling Stones tetap relevan melewati jaman: disiplin.
Alasan kedua, seperti sering dikutip banyak orang, 483 sebelum masehi Sang Budha mengeluarkan khotbah: “Kita terbentuk oleh pemikiran kita sendiri. Kita menjadi apapun yang kita pikirkan.”
Berabad-abad kemudian, tahun 1650 filsuf garda depan Rene Descartes bernubuat “Aku berpikir maka aku ada.”
Dalam era multi disrupsi, berpikir adalah induk dari kreativitas. Dan kreativitas sendiri adalah ibu dari inovasi.
Bisa dikatakan inovasi selalu dimulai dari kreativitas. Kreativitas bermain dalam ranah kepala (ide, konsep, gagasan), inovasi pada wilayah tangan (perwujudan ide atau konsep menjadi nyata).
Inilah yang dimiliki personal Rolling Stones, kreativitas tanpa jeda. Rolling Stones merilis album perdana pada April 1964 dengan judul seperti namanya, “The Rolling Stones”.
Lima puluh sembilan tahun kemudian, pada Oktober 2023 Rolling Stones melempar ke publik album ke tiga puluh satu “Hackney Diamonds.”
Ditambah dengan tiga belas album lives dan lebih dari seratus lagu singles, dapat dikatakan Rolling Stones menjadi band papan atas yang kreativitasnya sangat tinggi.









