Rusia serang Ukraina: Menonton perang dari TV Rusia

oleh -0 Dilihat
Seorang perempuan di St Petersburg tengah menonton Presiden Putin di televisi pekan lalu

Buletin ini juga mengatakan bahwa laporan-laporan tentang pasukan Ukraina merusak blokade yang dibuat oleh militer Rusia adalah salah, sengaja dibuat untuk “menyesatkan penonton yang tak berpengalaman”.

“Gambar dan video terus dibagikan di internet yang tidak bisa dijelaskan sebagai apapun, kecuali bahwa itu adalah palsu,” jelas sang presenter. Di layar, foto-foto ditampilkan, dengan tulisan penjelasan yang berbunyi “manipulasi visual yang tidak canggih”.

Masih di pagi yang sama, pada 08:00 waktu Moskow, kami menyetel buletin pagi di kanal televisi lain, NTV, yang dimiliki oleh anak perusahaan Gazprom, sebuah firma yang dikontrol oleh Kremlin.

Acara pagi itu nyaris secara eksklusif membahas peristiwa yang terjadi di Donbas, wilayah di sebelah timur Ukraina di mana pada 24 Februari, Rusia menyatakan akan memulai “operasi militer khusus” untuk melakukan demilitarisasi dan denazifikasi Ukraina.

Tidak disebut-sebut adanya bermil-mil konvoi militer Rusia memasuki ibu kota Ukraina, Kyiv, dari Belarus yang terletak di sebelah utara. Di Inggris, konvoi ini menjadi tajuk utama buletin berita BBC Radio 4 setengah jam kemudian.

Baca Juga  Unpatti Kembangkan Hidroponik, Hampir 4.000 Titik Tanam Dorong Usaha Produktif

“Kami memulai berita terbaru dari Donbas. Para pejuang LNR [Republik Rakyat Luhansk] meneruskan serangan mereka setelah melakukan perjalanan sejauh 3km, sementara unit-unit DNR [Republik Rakyat Donetsk] telah menempuh 16km,” kata presenter NTV.