Tak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa faktor yang sangat memengaruhi tingkat kemiskinan di kawasan timur Indonesia khusunya provinsi Papua yaitu; minimnya ketersediaan infrastruktur pendidikan dan kesehatan sehingga berdampak pada rendahnya mutu dan kualitas sumberdaya manusia yang berimplikasi pada rendahnya produktifitas masyarakat sehingga memengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat.
Selain itu keterbatasan sarana dan prasarana lainnya seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan sarana pendukung lainnya menjadikan masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan akses yang lebih luas, lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien.
Termasuk kendala lainnya adalah, belum terbangunnya secara baik hubungan konektivitas antarwilayah di kawasan timur Indonesia sehingga menjadikan kawasan timur Indonesia semakin jauh tertinggal dari kawasan barat.
Tetapi apa sebenarnya penyebab yang membuat kawasan timur Indonesia tak mampu sejajar dengan kawasan barat, padahal sederet pemimpin bangsa telah menghiasi panggung politik pemerintahan dengan segudang program kerja dan anggaran di gelontorkan? Memang tak dipungkiri bahwa meskipun pembangunan (development) sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya alam, faktor demografis dan kondisi tenaga kerja, serta alokasi dana pembangunan investasi pemerintah maupun swasta, serta konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah, namun faktor utama penyebab dari ketertinggalan pembangunan kawasan timur Indonesia adalah masih minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, kebijakan masih terkesan sentralistik dan lebih mementingkan wilayah barat dibanding wilayah bagian timur Indonesia seperti terlihat pada konsentrasi pembangunan mega proyek.









