Saatnya Kawasan Timur Indonesia Berbicara Kepemimpinan yang Lebih Berpihak

oleh -53 views

Apa sebenarnya penyebab yang membuat kawasan timur Indonesia tak mampu sejajar dengan kawasan barat, padahal sederet pemimpin bangsa telah menghiasi panggung politik pemerintahan dengan segudang program kerja dan anggaran di gelontorkan?

Oleh: Dr. Abdul Rasyid, SE., M.Si., CIAP., CPGAM, Akademisi Universitas Yapis Papua

Beberapa issue sentra dari kawasan timur Indonesia menyeruak pada berbagai ketimpangan, khususnya pada sektor ekonomi yang justru masih menjadi tantangan besar. Konektifitas antarwilayah menjadi salah satu faktor yang sangat memengaruhi. Selain itu kebijakan pemerintah yang lebih menitikberatkan pembangunan (development) pada kawasan barat menjadikan kawasan timur Indonesia semakin tertinggal.

Data yang dirilis menunjukkan bahwa ketimpangan antarwilayah dikawasan timur Indonesia masih cukup tinggi, tingkat kemiskinan jauh di atas rata-rata tingkat kemiskinan nasional, indeks pembangunan manusianya (IPM) juga masih rendah.

Sebagai contoh; Provinsi Papua misalnya dengan persentase kemiskinan berdasarkan Badan Pusat Statistik Tahun 2022 sebesar 26 persen lebih, dan menjadikan Papua sebagai wilayah dengan persentase tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Kondisi tersebut dipertanyakan oleh berbagai kalangan karena tidak berbanding lurus dengan tingkat pertumbuhan ekonominya yang tinggi dan kekayaan alamnya yang melimpah. Tetapi yang lebih ironis dan membuat kita miris bahwa, terdapat tujuh wilayah dengan predikat memiliki tingkat persentase angka kemiskinan tinggi justru semuanya berada di kawasan timur Indonesia.

Tak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa faktor yang sangat memengaruhi tingkat kemiskinan di kawasan timur Indonesia khusunya provinsi Papua yaitu; minimnya ketersediaan infrastruktur pendidikan dan kesehatan sehingga berdampak pada rendahnya mutu dan kualitas sumberdaya manusia yang berimplikasi pada rendahnya produktifitas masyarakat sehingga memengaruhi tingkat kesejahteraan rakyat.

Selain itu keterbatasan sarana dan prasarana lainnya seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan sarana pendukung lainnya menjadikan masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan akses yang lebih luas, lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien.

Termasuk kendala lainnya adalah, belum terbangunnya secara baik hubungan konektivitas antarwilayah di kawasan timur Indonesia sehingga menjadikan kawasan timur Indonesia semakin jauh tertinggal dari kawasan barat.

Tetapi apa sebenarnya penyebab yang membuat kawasan timur Indonesia tak mampu sejajar dengan kawasan barat, padahal sederet pemimpin bangsa telah menghiasi panggung politik pemerintahan dengan segudang program kerja dan anggaran di gelontorkan? Memang tak dipungkiri bahwa meskipun pembangunan (development) sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya alam, faktor demografis dan kondisi tenaga kerja, serta  alokasi dana pembangunan investasi pemerintah maupun swasta, serta konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah, namun faktor  utama penyebab dari ketertinggalan pembangunan kawasan timur Indonesia adalah masih minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, kebijakan masih terkesan sentralistik dan lebih mementingkan wilayah barat dibanding wilayah bagian timur Indonesia seperti terlihat pada konsentrasi pembangunan mega proyek.

Karena itu, diperlukan perhatian yang lebih serius dari pemerintah untuk dapat mempercepat pembangunan kawasan timur sebagai sumbuh pertumbuhan ekonomi Indonesia dimasa yang akan datang melalui kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak dengan melibatkan masyarakat lokal sehingga berbagai ketimpangan dan tingginya tingkat disparitas dapat ditiadakan. Karena itu, maka Kehadiran seorang pemimpin sebagai pembaharu untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahterah serta lebih bermartabat sangat diharapkan.

Jayapura, 16 November 2022.

No More Posts Available.

No more pages to load.