The Ocean Cleanup sendiri menyatakan kesiapan memberikan dukungan berupa transfer teknologi, pelatihan operasional dan bantuan teknis kepada Pemkot Ambon serta mitra lokal.
Namun, sebesar apa pun teknologi yang digunakan, persoalan sampah tetap kembali pada sumbernya: perilaku manusia.
Karena itu, penanganan Kali Honipopu menjadi bagian penting dari persoalan yang lebih besar. Sebelum berbicara tentang perangkat penangkap sampah di sungai, masyarakat harus terlebih dahulu memastikan sampah tidak dibuang ke sungai.
Untuk warga Honipopu, harapannya sederhana: pemerintah segera turun, sampah diangkut dan aliran kali dibersihkan sebelum persoalan berkembang menjadi genangan atau banjir.
Sementara bagi Pemkot Ambon, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa membangun sistem pengelolaan sampah sungai membutuhkan dua hal sekaligus: intervensi pemerintah yang nyata dan perubahan kesadaran masyarakat.
Tanpa keduanya, sampah akan terus kembali ke kali—dan dari sana mengalir menuju Teluk Ambon.
(Josian Kakisina)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









