Melalui agenda pembangunan itu, Lewerissa berharap Maluku dapat keluar dari belenggu kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.
Ia menekankan bahwa meskipun Maluku memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dunia dan pulau rempah-rempah, daerah ini masih tertinggal dalam berbagai aspek pembangunan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Gubernur memperkenalkan Sapta Cipta Lawamena, yang menjadi strategi pembangunan Maluku ke depan. Yakni, meningkatkan kinerja aparatur sipil negara agar lebih profesional dan berdedikasi dalam melayani masyarakat.
Menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan menarik investasi yang bertanggung jawab. Meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, olahraga, serta kesetaraan gender dan peran pemuda serta penyandang disabilitas.
Menjamin konektivitas antar pulau dan akses layanan dasar yang merata bagi seluruh masyarakat. Memastikan ekosistem laut dan darat tetap terjaga demi keberlanjutan generasi mendatang.
Mendorong sektor UMKM, memperluas akses pasar, serta mengurangi ketimpangan ekonomi antar wilayah.
Serta Memperkuat peran adat dan kearifan lokal untuk menjaga harmoni sosial dan kepatuhan hukum.
Gubernur Malukh Hendrik Lewerissa juga menegaskan bahwa masa kampanye dan kompetisi politik telah usai. Kini saatnya semua pihak bersatu untuk membangun Maluku bersama-sama.










