Sapi Pung Susu, Karbou Pung Nama

oleh -430 views

Oleh: Bito Temmar, Politisi Senior

RESPONS JAR atas narasi MI dalam tilikan saya sangat berkelas. Artinya JAR cukup mengenali problematik Maluku. Kalau disederhanakan, menurut JAR semua tanda ketertinggalan Maluku saat ini karena problem leadership.

Saya setuju bahwa sumber sebab ketertinggalan kita terletak pada soal leadership. Ada krisis dalam soal ini.

Mengapa?. Di era 90an kita mencari sebab ketertinggalan Maluku pada span of management pemerintahan dan pembangunan daerah yang luas. Maka solusinya, adalah regrouping wilayah atau yang popular kita sebut sebagai pemekaran wilayah. Awalnya kabupaten Maluku Utara dimekarkan menjadi provinsi. Kabupaten Maluku Tengah dimekarkan sehingga lahir kabupaten Buru.

Selanjutnya Maluku Tenggara dimekarkan sehingga lahir kabupaten MTB. Menyusul kemudian pemekaran lanjutan sehingga lahir kabupaten/kota yang baru. Dengan pemekaran tersebut sebenarnya problem rentang kendali telah terpecahkan.

Baca Juga  Boros dan Kesenjangan

Dengan demikian seyogianya akselerasi pembangunan secara signifikan memecahkan kompleksitas problem ketertinggalan Maluku. Tapi herannya hingga sekarang semua publikasi pemerintah masih menempatkan Maluku sebagai provinsi tertinggal di Indonesia.

Terhadap fenomena ketertinggalan Maluku kemudian dicari sebabnya pada keadilan anggaran yang dikucurkan pemerintah. Terhadap soal ini, kalau dianalisis, ada benarnya. Tetapi soal ini tidak bisa diterima sebagai faktor paling utama dibalik ketertinggalan Maluku. Determinan krisisnya sebenarnya ada pada masalah leadership.

No More Posts Available.

No more pages to load.