Sebut Orang Morotai Makan Mie Instan dan Tidur di Kardus Sherly Tjoanda Tuai Kecaman

oleh -394 views

Fandi turut menyinggung kondisi ekonomi Pulau Morotai yang justru menurun setelah tahun 2017.

“Pernyataan itu kontras jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2017 hingga sekarang, di mana ekonomi Morotai merosot ke angka 5 persen. Bahkan, terjadi fenomena eksodus warga ke kabupaten lain mencapai 7.000 lebih,” paparnya.

Mantan Dosen Unipas Morotai ini juga menolak klaim Sherly bahwa warga Morotai bergantung pada makanan mie instan.

“Masyarakat Morotai tidak pernah menjadikan mie instan seperti indomie sebagai bahan makanan utama. Sumber protein utama berasal dari ikan tuna, lobster, dan hasil laut lainnya,” jelasnya.

“Hasil dari perairan yang kaya di sekitar Pulau Morotai serta beragam hasil laut lain yang melimpah menjadi sumber protein utama bagi masyarakat. Selain itu, klaim bahwa masyarakat Morotai tidur beralaskan kardus juga tidak benar,” sambungnya.

Baca Juga  MTN Lab x Rempah Gunung Tutup Inkubasi Musik di Ambon, Musisi Muda Didorong Tembus Industri Nasional

Ia bilang, warga Morotai sejak lama menggunakan hasil kerajinan tradisional seperti tikar yang dibuat dari bahan alami, menunjukkan kearifan lokal yang terjaga hingga saat ini.

Buntut hal ini, Fandi meminta Sherly Tjoanda memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Morotai.

“Kami meminta Ibu Sherly untuk menyampaikan data valid jika memiliki bukti terkait klaimnya, sekaligus meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang melukai kehormatan masyarakat Morotai,” ucap Fandi.

No More Posts Available.

No more pages to load.