Sebut Pengiriman TNI ke Gaza Berbahaya, Amnesty Minta Pemerintah Tinjau Ulang

oleh -13 Dilihat
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai rencana Indonesia mengirim pasukan TNI ke Gaza, Palestina, sebagai langkah berbahaya yang perlu ditinjau ulang.

“Jangan sampai atas nama perdamaian, Indonesia menutup mata atas kejahatan genosida dan apartheid Israel dan mengubur kemerdekaan Palestina,” pungkas Usman.

TNI Siapkan 8.000 Personel, Tunggu Keputusan Politik

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat telah menyiapkan prajurit untuk kemungkinan penugasan ke Gaza dalam misi perdamaian dan kemanusiaan. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Donny Pramono, menyatakan rapat penyiapan satuan tugas telah digelar pada 12 Februari 2026.

Dalam rapat tersebut, TNI menetapkan format brigade komposit dengan kekuatan sekitar 8.000 personel. Namun hingga kini, pemerintah belum mengambil keputusan politik terkait jadwal keberangkatan.

TNI AD menyusun timeline persiapan mulai dari pemeriksaan kesehatan dan administrasi hingga Februari, gelar kesiapan pasukan pada akhir Februari, serta penyiapan sekitar 1.000 personel dalam kondisi siap berangkat pada awal April 2026.

Seluruh elemen pasukan ditargetkan siap diberangkatkan paling lambat akhir Juni 2026. Meski demikian, TNI menegaskan status “siap berangkat” tidak berarti pasti berangkat, karena keputusan akhir tetap menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku. (red)

Baca Juga  Sopi Keluar dari Bayang-bayang Razia, Akademisi Dorong Regulasi dan Pabrikasi

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.