Sejarah Baru Literasi Kebencanaan di Morotai: “Sekolah Siaga Bencana” Cetak 400 Pahlawan Cilik

oleh -318 views

Porostimur.com, Morotai – Mobil pemadam kebakaran berwarna merah menyusuri jalan pemukiman padat Morotai Selatan, bukan karena ada kebakaran, melainkan membawa misi mulia: mencetak generasi tangguh yang siap menghadapi bencana.

Untuk pertama kalinya di Pulau Morotai, literasi kebencanaan dibawa langsung ke sekolah, mengubah halaman kelas menjadi arena latihan tanggap darurat yang sesungguhnya.

Pengalaman Nyata, Bukan Teori

Program “Sekolah Siaga Bencana” digelar oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementrans-UI bekerja sama dengan Satpol-PP dan Damkar Kabupaten Pulau Morotai. Sebanyak 400 siswa dari SD 1 Unggulan, SMP 1 Unggulan, SD 1 Muhammadiyah, SD GMIH LOC, dan SMP Kristen Daruba langsung berhadapan dengan api, selang pemadam, dan nozzle bertekanan tinggi.

Baca Juga  Mercy Barends Ingin Indonesia Punya Regulasi Daerah Kepulauan Seperti Jepang

Dr. Rachma Fitriati Ketua TEP Kementrans-UI Morotai, menjelaskan konsep ini bukan sekadar simulasi. “Dari semangat patriotisme yang abstrak, kami wujudkan patriotisme konkret: melindungi sesama dan lingkungan dari ancaman nyata. Inilah sekolah yang tidak hanya mencetak anak pintar, tapi anak yang tangguh dan siap menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Belajar dari Petugas Profesional

Kasatpol PP Linmas dan Damkar Anwar Sabadar, menambahkan, siswa diajari segitiga api (bahan bakar, oksigen, panas), teknik memutus rantai pembakaran, evakuasi, penggunaan APAR, hingga simulasi pemadaman seperti petugas profesional. Nilai keberanian dan tanggung jawab ditanamkan melalui motto pemadam kebakaran: “Pantang Pulang Sebelum Padam.”

No More Posts Available.

No more pages to load.