“Ini langkah awal, makanya saya bilang tadi pasti kedepan kita lantik terus. Karena kita punya kekosongan jabatan cukup banyak, agar kita bisa mewujudkan visi-misi bupati dan wakil bupati tentang penataan birokrasi. Jadi pak Kaban BKD punya tugas yang paling berat, salah satunya penataan birokrasi,” ungkap Jafar Kwairumaratu.
Mantan Kepala Dinas PMD ini juga menerangkan, selain pengisian jabatan, peningkatan Sumber Daya Manusia [SDM] juga menjadi penting, terutama diklat-diklat yang melekat pada Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga bisa memenuhi syarat untuk mengikuti jenjang eselon.
Ia membeberkan, banyak Plt pada Eselon II B yang harus siap mengikuti lelang jabatan, namun banyak juga yang belum mengikuti Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) III.
Kwairumaratu meminta kepada Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) SBT M. Nasir Rumata agar segera berkoordinasi dengan pihak balai diklat Provinsi untuk meminta dilakukan kegiatan Diklat khsusus di Kota Bula.
“Tapi kita harus siap diri bahwa saat dia maju ikut lelang itu sudah lengkap. Jadi bagaimana cara untuk bisa mereka ikut sebelum lelang, pendekatan dengan diklat provinsi, tawar mereka untuk kegiatannya di Bula untuk mempermudah,” terangnya.









