Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz belum sepenuhnya ditutup. Pemerintahnya menyebut gangguan pelayaran lebih disebabkan oleh kekhawatiran perusahaan asuransi dan meningkatnya risiko perang, bukan semata-mata blokade total.
“Selat itu tidak ditutup dan lalu lintas maritim belum dihentikan,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Taruhan Besar di Jalur Energi Dunia
Selat Hormuz kini menjadi kartu tawar utama Iran dalam menghadapi tekanan Barat. Para analis menilai kecil kemungkinan Teheran akan mundur dalam waktu dekat.
Dengan tenggat ultimatum yang semakin dekat, dunia kini menanti langkah berikutnya dari kedua pihak. Di tengah ketegangan yang terus meningkat, satu kesalahan perhitungan saja berpotensi memicu konflik yang jauh lebih besar di kawasan. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









