Sepasang Bendera

oleh -384 views

Ketika negara ketakutan, rakyat makin kreatif. Tapi, Menko Polkam menyebut ada konsekuensi pidana. Duh, Pak. Anda pikir kami ini kriminal, atau kreator konten? Jangan-jangan nanti orang bikin meme pun dimasukkan ke pasal makar.

Semua paham, ini bulan Agustus. Bulan sakral. Bulan semangat. Tapi rakyat justru merasa lebih nyambung dengan kru bajak laut fiktif ketimbang para pahlawan yang wajahnya kini ditempel di ATM.

Kalau pemerintah takut dengan bendera fiksi, mungkin karena realitas kita sudah terlalu absurd untuk dijelaskan dengan logika konvensional.

Pemerintah bilang: “Ini merusak nasionalisme.” Saya jawab: “Kalau nasionalisme cuma berarti mencintai simbol, bukan memperjuangkan nilai, maka kita semua sudah tenggelam sejak lama.”

Bendera Luffy tidak menggantikan Merah Putih. Ia menempel di sebelahnya, sebagai teman diskusi, bukan pesaing. Ia berkata pelan: Merah Putih, apa kau masih mewakili kami?

Baca Juga  Mulai Bedah Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Maluku Soroti Akuntabilitas hingga Kinerja Pemerintah

Barangkali kita memang sedang terjebak di kapal besar bernama Negara Republik Indonesia, yang arah layarnya dikendalikan oleh kru-kru yang tidak kita pilih.

Tapi setidaknya, dengan mengibarkan bendera One Piece, rakyat ingin berkata: Kami tidak mau tenggelam diam-diam.

Karena kemerdekaan bukan seremoni. Ia adalah perlawanan terus-menerus terhadap penindasan, dari siapa pun—termasuk dari bajak laut berseragam resmi.

No More Posts Available.

No more pages to load.