“Tampaknya tidak ada kaitannya dengan terorisme, tetapi jelas kami akan terus menyelidikinya,” kata Contee.
Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia merasa hancur atas dengan serangan itu dan memerintahkan bendera di Gedung Putih diturunkan menjadi setengah tiang.
Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan bahwa dia diberi tahu tentang penyelidikan atas serangan di Gedung Capitol tersebut.
The Washington Post, mengutip sumber anonim yang mengetahui penyelidikan tersebut, mengidentifikasi tersangka bernama sebagai Noah Green dan beralamat di Virginia.
Di sisi lain, polisi mengeklaim belum mengetahui identitas pelaku dan apa yang memotivasi pelaku.
“Jelas ini adalah seseorang yang secara aktif mencoba untuk menyerang siapa pun atau apa pun. Saat ini kami belum mengetahuinya,” kata Contee.
Lusinan mobil polisi segera merapat ke Gecung Capitol dan memberikan pengamanan yang ekstra.
Pengamanan tersebut mengingatkan hari setelah penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung mantan Presiden AS Donald Trump pada 6 Januari.
Pada pertengahan Maret, dinas intelijen AS memperingatkan tentang ancaman yang sedang berlangsung bahwa ekstremis brutal bermotif rasial, seperti supremasi kulit putih, akan melakukan serangan terhadap warga sipil.





