Porostimur.com, Sanana — Ketegangan pecah di Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menyusul dugaan penyerobotan kayu di lahan warga yang diduga dilakukan oleh perusahaan CV. Anugerah 4 Mangoli Mandiri (A4MM), Rabu (12/11/2025).
Warga Geram, Dialog Tidak Direspons Perusahaan
Situasi memanas ketika salah satu warga, Samsuddin Teapon, mendatangi lokasi penampungan kayu milik perusahaan pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 16.53 WIT. Berdasarkan pantauan langsung Porostimur.com dan sejumlah media lain, suasana di area camp perusahaan mendadak tegang ketika Samsuddin meluapkan kemarahannya.
Ia tampak datang dengan sebilah parang yang masih terselip di pinggang serta membawa satu unit mesin senso kecil dan alat kerja perkebunan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedatangannya semata-mata sebagai bentuk protes.
“Saya sudah minta mereka datang bicara di desa secara terbuka, tapi malah pergi tanpa penjelasan. Itu yang bikin saya emosi. Mereka bekerja di lahan saya tanpa izin dan tanpa koordinasi dengan pemilik tanah,” ujarnya tegas.
“Tidak Ada Niat Mengancam” — Samsuddin Klarifikasi
Menanggapi dugaan bahwa ia datang untuk menakuti para pekerja, Samsuddin membantah keras. Menurutnya, tindakan itu hanyalah bentuk simbolik untuk menunjukkan ketidakadilan yang ia rasakan.











