Shaggydog: Refleksi Setengah Abad dan Romantisme di Sayidan

oleh -1 Dilihat

Namun, saat proses penggarapan, beberapa lirik mengalami perubaha dari aslinya. Menurut Heruwa hal itu dilakukan lantaran hits single dari album Hot Dogz yang rilis pada 2003 silam, harus mengalami penyesuaian agar lebih mudah diterima.

“Diramu dari buah-buahan, lalu dijadikan minuman. Bisa untuk mabuk-mabukan, riang bersama teman-teman,” nyanyi Heruwa mengikuti nada ‘Di Sayidan” karya Pakde Bandizt.

Lirik itu mengalami perubahan atas masukan Heruwa agar bisa masuk ke radio-radio, tanpa mengotak-atik maknanya. Lagu itu pun kini populer di tanah air, lantaran asyik karena syair yang mudah diingat dan gampang dinyanyikan.

Shaggydog pun tak menyangka, lagu itu kini dipakai ibu-ibu hingga Polda Yogyakarta untuk senam. Hal itu menunjukkan lagu “Di Sayidan” bisa diterima dan memberikan sinergi yang baik untuk semua lapisan masyarakat.

Shaggydog memang tak ujug-ujug tenar dengan genre musik yang mereka usung. Walau sudah dibekali modal oke untuk menggarap sebuah lagu, mereka tak langsung pede membawakan musik sendiri sejak pertama kali lahir pada 1 Juni 1997. 

Baca Juga  Alat Berat Proyek PLTP Tawa Songa Wayaua Melintas Jalan Umum Tanpa Tronton, Warga Soroti Potensi Kerusakan

Heruwa cs. Mondar-mandir dari gigs kecil underground dengan membawakan lagu-lagu idolanya selama beberapa tahun. Mereka baru meluncurkan album pertamanya pada tahun 1999, saat gerbang milenium baru akan dibuka. Mereka merilisnya sendiri albumnya di bawah naungan label sendiri bernama Doggy House.

No More Posts Available.

No more pages to load.