Tentang kehidupan akhirat kelak, sungguh sangat misteri termasuk tentang siapa pasangan kita di kehidupan abadi nanti. Berpasangan di dunia, belum tentu juga merupakan pasangan di akhirat .
Dalam Islam, pembicaraan tentang siapa pasangan di kehidupan kekal kelak harus dimulai dari adanya kematian. Sesuai keterangan Al-Qur’an dan hadis, jika salah seorang suami atau istri meninggal dunia, terjadilah perceraian. Artinya seorang istri yang ditinggal wafat suami boleh menikah lagi dengan laki-laki lain bila telah habis masa iddahnya.
Demikian pula suami dapat menikah lagi dengan wanita lain. Sehingga dengan demikian tidak selalu suami istri yang ada di dunia akan secara otomatis menjadi suami istri di akhirat. Di laman facebooknya, ustadz Al Faqir Taufiq Ibnu Abbas menjelaskan, di surga nanti yang pasti adalah semua akan punya pasangan karena di surga tidak ada yang membujang .
Sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :
وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ
“Tidak ada orang yang melajang di surga.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu bagi para pria penghuni surga Allah telah menyediakan dua istri dari golongan bidadari surga sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah , bahwa Rasulullah bersabda :










