Soal Korupsi di Malut, KNPI Nilai Kejati Hanya Gertak Sambal

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Dewan Pimpinan Daerah KNPI Maluku Utara (Malut) menilai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut hanya “gertak sambal” dalam mengusut dugaan korupsi di Pemprov Malut.

Ketua KNPI Maluku Utara, Irman Saleh mengatakan, jika memang Kejati benar-benar serius, tidak perlu banyak gertakan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan.

Irman menyebut, pernyataan Asisten Intelijen Kejati baru-baru ini bahwa pihaknya akan mengusut kembali dugaan korupsi anggaran Rp 160 Miliar dalam kegiatan pengadaan bibit jagung di Dinas Pertanian Malut, bagi KNPI hanya sebuah gertakan tak berbobot.

Menurutnya, jika memang ada rencana dugaan korupsi tersebut dibuka lagi, silakan dilakukan penyelidikan, tidak perlu banyak komentar. Jika pihak Kejati hanya banyak menggertak, tetapi hasilnya minim, maka akan menimbulkan persepsi buruk untuk lembaga Adhyaksa tersebut.

“Dugaan korupsi tersebut pernah diusut, kemudian didiamkan dan sekarang bahwa akan dibuka lagi, ada apa ini,” ujarnya dengan nada tanya.

Baca Juga  3 pelaku pembacokan di Batu Gantung Pasar dilipahkan ke Kejari Ambon

Irman bilang, tidak sedikit dugaan korupsi di Pemprov Malut harus diseriusi Kejati, seperti dugaan korupsi anggaran pengadaan Kapal Nautika yang anggarannya melekat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut, dugaan korupsi anggaran pembangunan sejumlah ruko di Halsel yang anggarannya melekat di DKP Malut, dugaan korupsi pajak di sejumlah Samsat dan masih banyak lagi.

“KNPI menyarankan Kejati Malut agar tidak banyak menggertak terkait penanganan kasus dugaan korupsi. Kejati harus sadar bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime),” katanya Ahad (31/1/2021).

“KNPI juga berharap Kejati dan Kejari di seluruh Malut membuktikan komitmennya dalam penegakkan kasus dugaan korupsi. Minimal satu saja kasus dugaan korupsi yang diusut,” pungkasnya. (red)