Strategi Memindahkan Sebagian Beban Kota Ambon, Sebuah  Gagasan Awal

oleh -1,354 views

Dari sini dampak ikutannya  diharapkan menetes-ke-bawah (trickle down effects)  pada  wilayah-wilayah pinggiran (pheripheral). Di daerah-daerah, pendekatan yang sama juga diterapkan. Seumpama, privinsi Maluku,  kota Ambon selain sebagai ibukota provinsi, dalam rangka pembangunan daerah, juga ditetapkan sebagai local centre growth yang utama. Dalam dokumen-dokumen resmi pemerintahan daerah, selain sebagai daerah otonom,  kota Ambon ditetapkan dalam kedudukan dan fungsi sebagai ibukota provinsi sekaligus sebagai pusat perekonomian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, kebudayan, dan seterusnya.

Sebagai local centre growth, Kota Ambon akhirnya terbuka dan menjadi lokus konsentrasi semua aktivitas baik lokal mau pun regional. Tak terhindarkan menerima dan menumpuk beban.  Beban paling menonjol ada pada migrasi masuk dengan semua implikasinya.

Baca Juga  Apresiasi Putusan Bebas Ferdinan Lengam, YLBH Maluku Aru Kecewa Jaksa Ajukan Banding

Secara internal Maluku, sebagai local centre growth dengan aktivitas sosial dan ekonomi yang jauh lebih dinamis dan berkembang, Kota Ambon menjadi tujuan migran sirkular semua wilayah seluruh Maluku. Tujuan awal sekadar mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan lainnya karena jauh lebih baik dari daerah asal. Tetapi kemudian menjadi problema saat memilih tinggal menetap.

No More Posts Available.

No more pages to load.