Suarakan Kerusakan Lingkungan di Maluku, PMKRI Cabang Ambon Minta Bertemu Presiden

oleh -197 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ambon berharap, kedatangan Presiden Republik Indonesia untuk kesekian kalinya di Maluku bukan hanya untuk melihat vaksinasi Covid-19 dan rencana realisasi Lumbung Ikan Nasional (LIN) saja, melainkan perlu menaruh perhatian penuh pada beberapa wilayah di Maluku yang masih mengalami ketimpangan sosial.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ambon, Urbanus Metintowat, mewakili Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Cabang Ambon, kepada Porostimur.com, Selasa (23/3/2021) mengatakan, Presiden Jokowi sudah kesekian kalinya berkunjung ke Maluku, namun belum memberikan dampak bagi kemajuan yang signifikan di Maluku.

Salah satu hal yang menurut PMKRI harus disampaikan kepada Presiden adalah soal kerusakan lingkungan di Maluku, salah satunya di Ahuru.

Baca Juga  Rp1.9 Miliar Dana Humas Covid-19 Malut Tak Mengalir ke Kalangan Pers

Oleh sebab itu, PMKRI meminta Gubernur Maluku agar dapat memfasilitasi pertemuan bersama Presiden guna membicarakan kerusakan lingkungan di Ahuru.

“Kami meminta kepada pihak pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Maluku untuk memfasilitasi pertemuan bersama Presiden Jokowi guna membicarakan berbagai persoalan dan ketimpangan sosial yang masih belum terselesaikan di Maluku,” tukas Urbanus.

Urbanus bilang, PMKRI beberapa waktu terakhir, tengah mengadvokasi persoalan kerusakan jalan dan lingkungan akibat proyek Cekdam yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai Maluku dan PT. Diyan Nugraha Saotanre di Dusun Ahuru Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Menurutnya persoalan ini harus dituntaskan dan perlu menjadi perhatian Presiden. Apalagi bila dilihat secara historis jalan ini merupakan jalan yang dibangun oleh Keuskupan Amboina untuk kepentingan masyarakat Ahuru yang notabenenya adalah Umat Katolik.

PMKRI Cabang Ambon juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar segera mengevaluasi kinerja Balai Wilayah Sungai Maluku yang sampai hari ini masih belum mampu menjawab keresahan masyarakat Ahuru dalam hal kerusakan jalan dan lingkungan sehingga masyarakat juga kekurangan air bersih.

Baca Juga  Parpol Koalisi Sepakati Perangkat Fraksi Kebersamaan di DPRD Kepulauan Sula

“Sampai saat ini, belum ada sosialisasi AMDAL kepada masyarakat Ahuru terkait dengan pembangunan Cekdam yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai Maluku dan PT. Diyan Nugraha Saotanre di Dusun Ahuru Kota Ambon,” tandas Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Ambon. (sally)