Sukseskan STQ, HARITA Siapkan Kapal dan Bus

oleh -66 views
Link Banner

Perusahaan pertambangan dan hilirisasi HARITA Nickel menyediakan 1 unit kapal dan 10 bus guna menyukseskan penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Nasional XXVI di Sofifi, Maluku Utara.

Penyerahan kapal dan bus dilakukan langsung oleh Manajemen HARITA Nickel yakni Komisaris Utama Halmahera Persada Lygend, Stevi Thomas dan Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Donald J Hermanus kepada Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba saat upacara memperingati HUT Provinsi Malut ke-22 di Sofifi pada Selasa (12/10) hari ini.

Abdul Gani Kasuba saat menerima dukungan menyampaikan apresiasinya dan mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh HARITA. Saat serah terima, Gubernur menyampaikan bahwa dukungan 10 unit bus dan 1 kapal cepat executive sangat membantu pelaksanaan STQ ini.

“Ini merupakan ajang nasional yang menjadi kebanggaan daerah. Kami dari Pemerintah Malut sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari pihak perusahaan. Tanpa dukungan dari berbagai pihak, STQ akan menghadapi berbagai kendala,” ujar Abdul Gani Kasuba di depan para panitia STQ.

Stevi Thomas mengungkapkan bahwa dukungan yang diberitakan HARITA merupakan bentuk partisipasi perusahaan yang merupakan bagian dari masyarakat Malut. Perhelatan nasional yang sangat penting ini, khususnya bagi umat Islam, tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan semua pihak. STQ akan menjadi kebanggaan bagi Malut yang telah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan besar ini.

Baca Juga  Ironi Macron: Bela Pembuat Kartun Nabi Muhammad, tapi Marah Dikartunkan sebagai Hitler

“STQ harus sukses dan berjalan dengan baik. Penyelenggaran STQ di Malut juga dapat dijadikan sebagai ajang promosi bagi daerah yang indah dan nyaman ini. Ini kesempatan bagi Malut untuk menunjukkan potensinya kepada Indonesia akan berbagai potensi yang dimiliki Bumi Kieraha. Kita tidak boleh menyiakan kesempatan ini,” harap Stevi Thomas yang mewakili manajemen HARITA Nickel.

Kapal yang diberikan HARITA berjenis kapal cepat fiber sea bus dengan kapasitas 200-220 penumpang. Kapal yang memiliki berat 160 ton ini biasanya digunakan di penyeberangan Batam-Singapore. Adapun 10 unit bus yang diberikan memiliki kapasitas masing-masing 15 penumpang, sehingga total daya tampung mencapai 150 penumpang.

Donald menambahkan, kapal dari HARITA dapat dimanfaatkan untuk mengangkut tamu-tamu kehormatan seperti duta besar, undangan dari pemerintah pusat dan pimpinan daerah. Bus akan digunakan guna mobilisasi peserta STQ.

Baca Juga  Lirik Lagu Kebangsaan Australia Resmi Diubah untuk Menghargai Sejarah Aborigin

“Dukungan yang kami berikan tidak hanya berupa kapal dan bus. Segala biaya operasional baik kapal maupun bus, semuanya ditanggung HARITA. Panitia STQ tidak perlu memikirkan sopir, kru kapal bahkan BBM yang digunakan. Yang penting bagi kami, STQ ini dapat berjalan sukses dan dapat menjadi catatan penting dalam perjalanan daerah Maluku Utara,” ungkap Donald.

Gubernur di depan awak media berharap, STQ yang berlangsung pada 16-25 Oktober 2020 dapat berjalan sukses.

Tentang HARITA Nickel
HARITA Nickel merupakan bagian dari HARITA Group yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. HARITA Nickel memiliki IUP Pertambangan dan juga pabrik peleburan (smelter) serta pemurnian (refinery) nikel yang terintegrasi di Obi. Komitmen HARITA Nickel dalam hilirisasi sumber daya alam ditunjukkan dengan beroperasinya smelter Megah Surya Pertiwi (MSP) sejak 2016 dengan memanfaatkan potensi nikel yang dikelola oleh Trimegah Bangun Persada (TBP) dan Gane Permai Sentosa (GPS) yang semuanya terletak di Pulau Obi.

Baca Juga  Fix, Pelaksanaan STQ Nasional 2021 Maluku Utara Bulan Oktober"

Melalui Halmahera Persada Lygend (HPAL), Harita Nickel melakukan pengolahan dan pemurnian nikel dengan teknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL). Teknologi HPAL mampu mengolah nikel kadar rendah yang selama ini tidak diolah menjadi produk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan proses berikutnya dapat diolah menjadi Nikel Sulfat (NiSO4) dan Kobalt Sulfat (CoSO4) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik. Teknologi ini merupakan yang pertama di Indonesia. (adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.