Surat Cinta dari Venesia

oleh -64 views

Cerpen Karya: Dody Widianto

Venesia, 22 Februari 2022
Untuk Ibuku tercinta
di rumah mungil dengan sepasang pohon kelapa kembar di halaman

Aku tulis surat ini di atas kertas ilusi, dengan pena mimpi. Bersama merah merekah bunga-bunga tulip dan lili, aku mencoba meremas dan merobek-robek segala penyesalan lalu agar tiada sesal kemudian. Dengan kerendahan hati dan rasa syukur yang banyak, aku mencoba menulis surat ini untukmu, Bu. Walau bagaimanapun, usaha bakti padamu kadang terasa sia-sia dan tak seberapa. Berbeda jauh dengan semua pengorbananmu. Aku yakin cinta yang kau berikan padaku tak pernah ternilai harganya. Sampai kapan pun aku tak akan pernah bisa membalasnya. Aku hanya ingin melihatmu terus bahagia walau dalam kesendirian, meski dari kejauhan, itu saja.

Baca Juga  Minta Indonesia Tarik Diri dari Board of Peace, MUI: Tak Berpihak pada Palestina

Bu, detik yang terus berlalu membuatku sadar. Kadang aku benar-benar tak pernah ingin menjadi dewasa. Berharap ke masa manis dahulu dengan hidup tanpa beban. Mencoba kembali dalam pikiran-pikiran lugu tanpa aturan rumit nan berbelit. Tentu ini begitu berlawanan saat dulu aku begitu ingin cepat menjadi besar. Melihat bapak berkaca memakai seragam batik KORPRI khas pegawai negeri, lalu memakai sepatu pantofel yang sama klimisnya dengan rambutnya. Aku ingin jadi seperti bapak, pikirku. Bekerja sebulan lalu menerima gaji di tanggal 25.

No More Posts Available.

No more pages to load.