Surat Cinta dari Venesia

oleh -264 views

“Cukup, akting kalian bagus juga. Gambar yang bagus. Cocok ini. Mama lagi mau ikut lomba fotografi. Siapa tahu nanti aku dapat hadiahnya,” ia melenggang pergi dengan meninggalkan sesungging senyum di balik daun pintu. Dalam hati, yang benar saja. Gila! Mudah-mudahan tidak ada bagian sensitif yang tersorot kamera tadi.

Hati wanita memang serupa lukisan abstrak. Sebagai laki-laki aku sering berlatih meramal isi hati istriku demi mendapat pelukannya. Untuk rumus ini aku tak begitu yakin, aku hanya bergurau saja. Lagi pula aku sering melihat Ibu dulu sering bercanda mesra tanpa rumus-rumus rumit dari buku. Para penulis di luar sana juga banyak yang mencipta buku-buku rumus cinta untuk keharmonisan rumah tangga. Namun, kau sungguh tak perlu itu, Bu. Aku yakin, cintamu padaku dan bapak tulus dan murni untuk keluarga. Tanpa embel-embel pamrih, atau dengan rumus rumah tangga yang mencuplik Google dan Youtube sebagai acuan ibu-ibu muda sekarang, padahal belum tentu kebenarannya.

Baca Juga  3 Kapal Perang AS Kabur dari Selat Hormuz, Trump: Iran Dipimpin Orang-orang Gila!

Ibu masih ingat saat aku menangis di halaman karena digigit laba-laba? Ya, demi bisa memanjat dinding rumah lalu memperbaiki genteng yang bocor sengaja aku sodorkan telunjukku pada binatang berbulu kaki delapan warna hitam, kuning, dan biru di daun pacar di halaman depan, sebab bapak tak pulang-pulang.

No More Posts Available.

No more pages to load.