Sebenarnya S-Presso memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia, dengan ratusan konsumen tertarik pada mobil ini. Tapi karena model ini didatangkan langsung dari India, membuat S-Presso mulai ditinggalkan oleh sejumlah orang. Terlebih model seperti Ertiga hingga Carry masih memiliki banyak peminat, sehingga kalah laris.
Mungkin S-Presso tidak dapat mencatatkan hasil penjualan yang bagus lagi. Tapi setidaknya mobil ini dapat memeriahkan pasar roda empat di Indonesia.
(red/ridertua)









