Porostimur.com, Saumlaki – Pelayanan terhadap para penumpang di KM.Sabuk Nusantara 72 dinilai sangat mengecewakan. Padahal kewijiban penumpang telah membayar tiket dan bagasi kapal namun pelayanan yang diciptakan tidak maksimal.
Kejadian ini terjadi ketika seorang kakek mendatangi ABK Penjaga Kantin Sanus 72 dengan tujuan membeli air minum, namun ABK mengatakan air minum habis. ABK itu juga dikatakan tidak sopan karena menyahuti kakek itu dengan suara keras.
“Pelayanan buruk seperti ini secara moral dinilai tidak manusiawi, membuat para penumpang kecewa terkait kinerja para awak kapal di KM. Sanus 72,” kata Daoka Kusaly, S.PD., M.Pd, Kamis (10/11/2022).
Kusaly mengatakan, rute pelayaran seperti ini membuat para penumpang yang naik pada pos 1 Saumlaki sangat menderita dikarenakan satu porsi nasi telur pun harus dibayar penumpang dengan harga Rp.20.000. Hal inipun menjadi keluhan warga masyarakat Tanimbar yang notabene ekonomi lemah yang hanya menyiapkan Rp.200.000 sampai Rp.300.000 untuk berangkat ke Ambon akhirnya dengan rute pelayaran ini membuat kehabisan uang di Kapal Sabuk Nusantara 72.
Kehabisan air minum di atas kapal membuat para anak bayi menangis, karena airpun tidak ada untuk membuat susu kepada beberapa bayi yang sedang berada pada kapal tersebut.










