Tak Ada di LHKPN, Sherly Tjoanda Diduga Sembunyikan Kekayaan dari Sektor Tambang

oleh -664 views

Namun, ia juga memiliki hutang sebesar Rp24,47 miliar. Sehingga, dari total harta kekayaannya sebesar Rp734 miliar dikurangi nilai hutang menjadi bersih Rp709 miliar.

Berikut adalah rincian harta kekayaan Sherly Tjoanda, Gurbernur Maluku Utara sesuai data LHKPN yang dirilis oleh KPK:

Tanah dan Bangunan: Rp201.133.967.263

  1. Tanah dan bangunan seluas 757 m2/1.200 m2 di Kota Manado, hasil sendiri – Rp410.000.000
  2. Tanah seluas 379 m2 di Kota Manado, hasil sendiri – Rp180.000.000
  3. Tanah seluas 371 m2 di Kota Ambon, hasil sendiri – Rp150.000.000
  4. Tanah seluas 12.000 m2 di Kota Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp120.000.000
  5. Tanah seluas 21.992 m2 di Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp186.932.000
  6. Tanah seluas 6,7 m2 di Kota Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp67.000.000
  7. Bangunan seluas 0 m2di Pulau Morotai, hasil sendiri – Rp200.020.035.263
Baca Juga  Sambut HUT ke-25 Demokrat, DPC Halbar Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Jailolo

Alat transportasi dan mesin: Rp7.063.315.200

  1. Mobil Land Rover R Rover tahun 2019, hasil sendiri – Rp3.000.000.000
  2. Mobil Lexus tahun 2023, hasil sendiri – Rp2.557.000.000
  3. Mobil Toyota Alphard tahun tidak tercantum, hasil sendiri – Rp241.315.200
  4. Motor Kawasaki tahun tidak tercantum, hasil sendiri – Rp115.000.000
  5. Mobil Hummer Jeep tahun tidak tercantum, hasil sendiri – Rp1.150.000.000

Harta bergerak lainnya: Rp37.575.000.000

  • Surat berharga: Rp245.324.000.000
  • Kas dan setara kas: Rp146.173.849.119
  • Harta lainnya: Rp96.968.144.090
  • Hutang: Rp24.478.040.078

Bisnis yang Dimiliki Sherly Tjoanda:

Berikut beberapa bisnis utama yang menjadi sumber hartanya:

1. Hotel Bela Ternate

Benny Laos mendirikan hotel bernama Bela Ternate pada 19 Desember 2007 di bawah naungan Bela Group, yang awalnya merupakan franchise hotel Amara dari Singapura.

Baca Juga  Anos Yermias Apresiasi Pangdam XV/Pattimura Percepat Pembangunan Helipad di Lermatang

Kemudian, pada 1 Oktober 2016, hotel ini menjalani rebranding menjadi Grand Dafam Bela Ternate, sebuah hotel berbintang empat yang kini menjadi salah satu akomodasi mewah di Maluku Utara.

2. Bisnis Pelayaran

Selain properti, Benny Laos juga merambah ke sektor pelayaran. Usaha ini bergerak di bidang jasa pengiriman barang dan kargo.

Untuk mendukung bisnisnya, ia membeli kapal kargo yang dioperasikan di bawah nama Bela Group, yang diambil dari inisial namanya.

3. Industri Perikanan

Bela Group juga mengembangkan bisnis di sektor perikanan. Perusahaan ini fokus pada pengelolaan dan ekspor tuna dalam cold storage ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat.

No More Posts Available.

No more pages to load.