Tak Dapat Kursi DPR RI, Gerindra Minta Pemungutan Suara Ulang di Halmahera Selatan

oleh -34 views
Kuasa hukum Partai Gerindra saat membacakan dalil permohonan PHPU Pileg di MK, Selasa, 30/4/2024 | YouTube Mahkamah Konstitusi

Porostimur.com, Jakarta – Partai Gerindra menduga pelaksanaan pemungutan suara dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Halmahera Selatan, daerah pemilihan Maluku Utara, penuh kecurangan dan pelanggaran. Oleh karena itu, Gerindra meminta agar Mahkamah Konstitusi memerintahkan Komisi Pemilihan Umum melaksanakan pemungutan suara ulang di kabupaten tersebut.

Dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum Pemilihan Legislatif 2024 di MK, Selasa (30/4/2024), kuasa hukum Gerindra, Suhono, mengatakan, hasil perolehan suara pemilihan anggota DPR RI di dapil Maluku Utara, khususnya Kabupaten Halmahera Selatan, keliru. Sebab, hasil pemungutan suara yang ditetapkan KPU itu lahir dari proses pemilu yang melanggar konstitusi dan mencederai demokrasi. Pemilu di dapil Halmahera Selatan dinilai tidak dilaksanakan dengan prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Baca Juga  Gunung Ibu Meletus Dahsyat Senin Siang, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 5.000 Meter

Kuasa hukum pemohon, Suhono, mengatakan bahwa perolehan suara permohonan yang benar berpengaruh pada perolehan kursi anggota DPR RI.

“Bahwa perolehan suara sebagaimana di atas, adalah hasil yang keliru karena lahir dari sebuah proses pemilu yang melanggar konstitusi, mencederai demokrasi, tidak dilaksanakan dengan prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang diakibatkan berbagai pelanggaran dan tindak kecurangan pemilu yang terjadi di kabupaten Halmahera Selatan,” ucap Suhono saat membacakan dalil permohonan di Sidang Panel II Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) 2, Jakarta Pusat, Selasa, 30/4/2024.

No More Posts Available.

No more pages to load.