Porostimur.com, Sampang – Caleg PKB asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur Ayunda Ratna Amelia, viral di media sosial. Gadis berusia 25 tahun ini memprotes keras penghitungan suara yang dinilainya janggal. Ayunda heran, karena dalam penghitungan di tingkat desa dirinya tidak satu pun mendapat suara.
“Kalau tidak sesuai C1 dengan kotak suara itu, saya siap dihukum,” kata Ayunda di depan petugas panitia pemilih kecamatan (PPK) Kecamatan Banyuates, seperti rekaman video yang viral di media sosial.
Kekecewaan Ayunda makin besar lantaran dirinya tidak mendapat suara satu pun di tempat pemungutan suara (TPS) rumahnya.
“Di TPS 6 rumah saya sendiri tidak ada satu pun suara saya. Keluarga saya yang nyoblos juga tidak ada (suaranya),” kata Ayunda, Sabtu (25/2/2024).
Menurut Ayunda, dirinya sengaja mengunggah video protesnya ke media sosial, agar penyelenggara dapat memberikan penjelasan yang masuk akal.
“Sengaja saya upload ke medsos. Masa iya, saya dan keluarga, teman-teman saya, suaranya enggak ada sama sekali,” imbuhnya.
Ketua PPK Banyuates, Musliono menanggapi protes yang disampaikan Ayunda. Menurutnya, protes C1 hasil seharusnya dilakukan di tingkat TPS.
“Seharusnya protesnya itu saat berlangsung pemungutan dan hitung suara di TPS, tetapi kalau memang ada keberatan, nanti bisa diberi form keberatan,” tutup Musliono.










