Umar mengakui, kapan mesin genset didatangkan ke pulau Mare, dari DPRD tidak tahu, karena mesin tersebut diproduk dari Jerman.
“Kalau di bulan Agustus tidak ada, berarti di bulan Desember mesin Solasel bisa diganti,” pungkasnya.
Ketika dalam reses itu, ia mempertanyakan persoalan mesin genset diesel yang bukan dipasang di lampu, namun fungsi mesin solar sel ini diangkat, jaringannya tetap dan tinggal menggantikan mesin dan langsung lampu menyala.
Namun, belum ada kepastian tentang mesin genset diesel yang didatangkan di bulan ini, maka Komisi II kembali berkonsultasi yang kedua kalinya ke pihak PLN Pusat.
“Ini adalah tuntutan masyarkat, kita terap kejar, entah akhir bulan agustus atau Desember. Terpenting adalah kejelasan mereka tepat, karena betul-betul serius mengurus PLN di pulau Mare, karena saya yakin bisa terjawab,” tutupnya. (Len)










