Kondisi ini membuat kehadiran pemerintah daerah dinilai tidak cukup hanya melalui imbauan menjaga keamanan dan ketertiban. Pemerintah juga dituntut memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari tempat pengungsian, makanan, air bersih hingga pelayanan kesehatan.
Seruan serupa juga bermunculan di media sosial. Publik meminta pemerintah daerah hadir langsung di tengah masyarakat untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan terukur.
Kehadiran kepala daerah juga dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan yang masih melakukan pengamanan di kawasan konflik.
Apalagi, situasi pascakonflik masih menyimpan potensi terjadinya aksi susulan jika tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh.
Publik Pertanyakan Langkah Konkret Pemkab SBB
Selain mempertanyakan kehadiran Bupati Asri Arman di lokasi, publik juga mulai mempertanyakan sejauh mana langkah konkret Pemerintah Kabupaten SBB dalam menangani dampak konflik Lisabata-Patahuwe.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, alasan Bupati Asri Arman belum terlihat di lokasi konflik belum diketahui secara pasti.
Belum ada pula keterangan resmi dari Bupati maupun Pemerintah Kabupaten SBB mengenai keberadaan Bupati serta langkah penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah secara langsung di wilayah konflik.









