Terkait Pemotongan Dana Desa, Penyidik Polda Malut Kembali Periksa 8 Kades di Taliabu

oleh -77 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Polda Maluku Utara (Malut) kembali memeriksa delapan kepala desa, di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Para kepala desa itu diperiksa atas dugaan pemotongan anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2017, senilai Rp. 4.260 miliar.

Pemeriksaan berlangsung di ruang Reskrim Polsek Taliabu Barat, Polres Kepulauan Sula, Sabtu (27/2/2021).

Mereka adalah, Kapala Desa (Kades) Kades Loseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Kades Kataga, Kecamatan Tabona, Kades Maluli, Kecamatan Taliabu Selatan, Kades Wayo, Kecamatan Taliabu Barat, Kades Miranti, Kecamatan Taliabu Barat, Kades Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut, dan Kades Lede Kecamatan Lede.

Bahkan pemerikasaan kali ini bukan hanya Kepala Desa saja, namun Sekretaris, Bendahara, dan Ketua BPD juga ikut memberi keterangan.

Baca Juga  BNPB: Pemicu Gempa Ambon Bukan Pengeboran Panas Bumi

“Satu desa itu empat orang yang diperiksa, mulai dari Kades, Sekretari Desa, Bendahara, dan Ketua BPD, karena empat orang ini yang berangkat kegiatan itu,” ungkap Aliadi Hamid, Kepala Desa Lede, usai menjalani pemeriksaan.

Aliadi mengaku kalau dirinya diperiksa terkait pemotongan anggaran Dana Desa Tahun 2017 dan ini pemeriksaan kali keempat.

“Iya sesuai undangan yang kami terima dari penyidik Polda itu, kami dipanggil untuk diperiksa atas kasus pemotongan Dana Desa Tahun 2017, dan kasus ini juga kami sudah diperiksa empat kali. Di Polres satu kali dan di Bobong tiga kali,” benernya.

Penyidik Dirkrimsus Polda Malut yang dikonfirmasi enggan memberi keterangan. Bahkan koordinator penyidik tidak disebut saat ditanya awak media setelah melaksanan pemeriksaan atas kedelapan kades.

Baca Juga  SMASKris YPKPM Ambon canangkan perayaan HUT ke-61

“Maaf kami tidak bisa memberikan ketarangan apa pun. Kami masih punya atasan, nanti langsung di Humas saja di Polda yang akan berikan keterangannya ya,” kata salah satu penyidik yang enggan menyebut namanya.

Sekedar diketahui, dugaan pemotongan dana desa di Kabupaten Pulau Taliabu terjadi pada pencairan tahap pertama Tahun 2017, tepatnya pada 6 Juli 2017. Pemotongan dilakukan oleh bank yang ditunjuk sebagai penyalur Dana Desa dengan besaran Rp60 juta per desa. Di Taliabu sendiri terdapat 71 desa. Jika ditotal berarti jumlahnya mencapai Rp4,260 miliar.

Uang pemotongan dana desa lalu ditransfer ke CV Syafaat Perdana. Perusahaan ini merupakan badan usaha milik Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kas Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Agumaswaty Toyib Koten. Uang itu kemudian mengalir ke sejumlah pihak, di antaranya delapan camat yang mengeluarkan rekomendasi. (red)