Toga dan Dua Puisi Muhammad Akib Tatroman Lainnya

oleh -223 views

DI KAMAR

Di kamar ini, baumu tak kucium lagi
setelah datang pergantian tahun

Aku bongkar kenangan yang tersusun bersama beberapa buku puisi
di rak hasil curian temanku
ku kira baumu terselip di antara halaman buku
yang sebelum kau baca, kau dahului dengan ritual mencium

Aku lanjut mencakar ingatan
saat kau datang ke sini, kau dibegal hujan di ujung gang
kupinjamkan handuk untuk kau bersihkan trauma
namun sayang handuk itu sudah kujadikan alas kaki
ada sobekan di bagian tengah akibat kujemur di atas atap tentang

Karena puyeng, aku letakan kepalaku di bantal
bekas kau baringkan hidupmu waktu itu
sambil berharap ada sisa-sisa baumu
Entah jin apa yang merasukiku
aku lebih nekat menjulurkan tangan ke bawah lemari
untuk memastikan baumu ada pada tisu bekas yang terselip rindu itu
namun sayang gumpalan batukmu sudah membeku menjadi batu kubur

Poka, 9 Januari 2021

==========

Baca Juga  Gempa M5,2 Guncang Tenggara Seram Timur, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

SUARA

/1/
di kampung ayah
suara yang paling dibenci
adalah suara ranting pohon yang patah saat bulan hampir jatuh

/2/
di kampung paman
suara yang paling dibenci
adalah suara burung cekakak yang datang saat senja tercekik

/3/
di kampung kakek
suara yang paling dibenci
adalah suara lantunan sendok yang berkumandang saat waktu kering

Poka, 24 Oktober 2021

==========

TOGA

aku sudah siap, ayah

No More Posts Available.

No more pages to load.