Ketentuan tersebut menjadi semakin penting dalam perdagangan digital karena informasi merupakan fondasi utama keputusan konsumen. Ketika seseorang berbelanja melalui layar telepon genggam, ia tidak memiliki kesempatan yang sama seperti ketika berbelanja di toko fisik. Foto produk, ukuran, warna, bahan, jumlah, harga, spesifikasi dan deskripsi lainnya menjadi dasar konsumen menentukan pilihan. Karena itu, informasi yang diberikan pelaku usaha dalam perdagangan digital tidak semestinya dipandang sekadar sebagai alat pemasaran, tetapi juga sebagai bagian dari pemenuhan hak konsumen.
Masalah yang muncul pun tidak hanya berkaitan dengan barang yang tidak sesuai pesanan. Konsumen dapat menghadapi berbagai persoalan lain, mulai dari barang rusak dalam perjalanan, keterlambatan pengiriman, barang hilang, akun penjual palsu, manipulasi informasi produk, praktik penjualan yang menyesatkan hingga persoalan keamanan data pribadi. Semakin panjang rantai perdagangan digital, semakin banyak pula titik yang berpotensi menimbulkan persoalan. Karena itu, semakin penting pula bagi konsumen untuk memahami bagaimana transaksi berlangsung dan kepada siapa pengaduan harus disampaikan ketika terjadi masalah.









