Transportasi Mahal Jadi Kendala Pengembangan Pariwisata Maluku

oleh -406 views

Porostimur.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai bahwa potensi wisata dan ekonomi Maluku masih belum tergarap maksimal hingga kini karena tingginya biaya akses transportasi.

Padahal menurut dia, Maluku memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat beragam, mulai dari destinasi wisata bahari, kuliner khas daerah, hingga potensi industri perikanan yang besar.

“Kalau tiket pesawat ke Maluku mahal, bagaimana wisatawan mau datang? Padahal sektor pariwisata bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan. Maka, biaya transportasi menjadi persoalan yang harus segera dicarikan solusinya,” ujar Lamhot Sinaga melalui keterangannya, Kamis (12/6/2025).

Diketahui Komisi VII DPR RI baru saja melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku pada Kamis, 12 Juni 2025 kemarin dan melakukan pertemuan dengan pemerintah setempat maupun sejumlah piohak terkait.

Lamhot menngatakan, tingginya harga tiket pesawat tidak hanya terjadi di Maluku, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Ia menilai, kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor teknis seperti harga avtur, biaya penggunaan terminal bandara, hingga tarif parkir pesawat yang tinggi.

Baca Juga  Bedah Kemiskinan Struktural di Maluku, FISIP Unpatti Dorong Kebijakan Inklusif untuk Wilayah Kepulauan

“Kami sedang mengkoordinasikan dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, pengelola bandara, hingga Kementerian Perhubungan agar ada formulasi yang dapat menekan ongkos transportasi udara ini,” tukasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.