“Pada tahun 2026-2027, kami memandang penting adanya peningkatan kapasitas lokal di provinsi ini. Karena itu, Center of Excellence menjadi salah satu instrumen strategis yang di dalamnya terdapat pusat data, pusat informasi, serta berbagai sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di Provinsi Maluku,” katanya.
Ia menjelaskan, pusat unggulan tersebut nantinya akan menjadi rujukan bagi organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam memperoleh data, hasil penelitian, dan rekomendasi ilmiah yang dibutuhkan untuk proses perencanaan pembangunan.
Selain menyediakan basis data dan kajian ilmiah, CoE juga akan menjadi wadah peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pelatihan, riset, serta diseminasi pengetahuan mengenai pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim.
Pembentukan Center of Excellence dinilai sejalan dengan kebutuhan Maluku sebagai daerah kepulauan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim. Kehadiran pusat unggulan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya alam.











