Porostimur.com, Ambon – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon membentuk tim penelitian khusus untuk mengkaji pengolahan sopi, minuman beralkohol tradisional khas Maluku, menjadi produk bernilai tambah. Langkah ini dinilai penting bukan hanya dari sisi akademis, tetapi juga demi meningkatkan ekonomi masyarakat dan menjaga warisan budaya.
Sopi Bukan Sekadar Minuman Tradisional
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpatti, Stev Huliselan, menyebut sopi memiliki potensi besar jika dikelola dengan benar.
“Unpatti sebagai badan layanan umum perlu melakukan penelitian mendalam terhadap sopi. Bukan hanya karena nilai ekonomisnya, tetapi juga agar komoditas lokal ini bisa dikelola dengan lebih bijak,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Tim riset beranggotakan 11 peneliti lintas disiplin ilmu, mulai dari pertanian, ekonomi, hukum, hingga teknologi pangan.
Huliselan menambahkan, sopi yang selama ini diproduksi masyarakat secara tradisional dari nira pohon aren, kelapa, maupun koli, sering mendapat stigma negatif. Padahal, bagi banyak keluarga di pedesaan Maluku, sopi adalah sumber penghidupan utama.
“Kalau diteliti lebih lanjut, sopi bisa menjadi bahan baku industri dengan nilai tambah besar. Misalnya untuk alkohol industri, karbon, hingga gula aren yang bernilai jual lebih tinggi. Tim penelitian ini akan menghitung biaya produksi lanjutan dan mengkaji potensi pasar agar hasilnya bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.









