“Dia ini merasa berkuasa, masuk pada petuanan kami, melakukan survei seenaknya dengan gaya petantang petenteng, kemudian naik mobil dan pergi begitu saja, sementara ada warga yang menunggu untuk melakukan silaturahmi,” cetusnya.
Atas sikap tersebut, pihak keluarga memastikan tanah yang dipasangi sasi kini tidak boleh dimasuki oleh PT BBA dalam bentuk apapun.
“Tanah ini resmi di-sasi agar PT BBA tidak boleh masuk. Dan bukan ini saja, akan ada sasi di seluruh petuanan milik kami bertiga,” pungkas Minduchri. (Mega)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









