Hubungan AS–Venezuela Berubah Drastis
Sejak penangkapan Maduro, hubungan kedua negara berubah drastis. Pemerintahan sementara Venezuela di bawah Rodriguez mulai membuka ruang investasi asing di sektor minyak, sementara Amerika Serikat melonggarkan sebagian sanksi ekonomi terhadap Caracas.
Trump sendiri beberapa kali menyatakan bahwa AS akan membantu mengelola kembali industri minyak Venezuela dan memastikan negara kaya minyak itu “berjalan dengan benar”.
Namun di tengah membaiknya hubungan diplomatik dan ekonomi tersebut, gagasan mengenai aneksasi Venezuela justru memunculkan gelombang kritik internasional dan kekhawatiran soal kedaulatan negara.
Venezuela Tegaskan Kemerdekaan
Bagi Rodriguez, isu negara bagian ke-51 bukan sekadar perdebatan politik, melainkan menyangkut harga diri bangsa dan sejarah perjuangan Venezuela sebagai negara merdeka.
Pemerintah Venezuela menegaskan akan tetap mempertahankan integritas wilayah dan kedaulatan nasional, termasuk dalam sengketa kawasan Essequibo yang saat ini masih diproses di Mahkamah Internasional.
Meski Trump terus melontarkan gagasan ekspansif yang memancing kontroversi, hingga kini belum ada langkah hukum maupun mekanisme resmi yang memungkinkan Venezuela menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Di tengah situasi geopolitik yang terus berubah, polemik ini memperlihatkan bagaimana hubungan AS–Venezuela kini bergerak di antara dua kutub: kerja sama ekonomi yang semakin terbuka, namun dibayangi sensitivitas soal kedaulatan dan campur tangan asing.









