Ia menegaskan, metode yang digunakan meliputi pencocokan DNA, analisis struktur rahang, serta data antemortem yang diperoleh dari pihak keluarga.
Dua Nama Menguat, Identitas Final Menunggu Hasil DNA
Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian mengungkap adanya indikasi yang mengarah pada dua nama korban, yakni Timothy dan Shahin. Meski demikian, aparat menekankan bahwa hasil tersebut belum bersifat final.
Penetapan identitas resmi baru akan diumumkan setelah seluruh tahapan verifikasi medis dan forensik selesai dilakukan.
“Identitas final tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA agar tidak terjadi kesalahan,” tegasnya.
Koordinasi dengan Pemerintah Singapura
Polda Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Singapura dan pihak keluarga korban, mengingat dua dari tiga korban merupakan warga negara asing.
Koordinasi ini mencakup proses identifikasi, administrasi, hingga rencana penyerahan jenazah kepada keluarga korban.
Kepolisian memastikan seluruh proses dilakukan sesuai standar profesional, sekaligus mengedepankan aspek kemanusiaan dalam penanganan korban bencana.
Trauma Saksi dan Imbauan ke Publik
Selain fokus pada identifikasi, aparat juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para saksi selamat. Salah satu saksi dilaporkan mengalami trauma berat setelah menyaksikan langsung peristiwa erupsi tersebut.











