Porostimur.com, Ternate – Bencana Ekologis banjir yang terjadi sejak tanggal 20 Juli 2024 dan masih berlangsung sampai saat ini, akibat dari meluapnya sungai Kobe dan Sungai Akejira telah mengakibatkan Desa Woejerana, Desa Woekob, Desa Lelilef Waibulen, dan Desa Lukolamo di Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah terendam.
Bencana tersebut, mengancam keselamatan 6.567 jiwa penduduk yang berada di empat desa tersebut, termasuk ribuan jumlah pekerja tambang yang menempati rumah kontrakan maupun kost-kostan di Desa Lukolamo.
Direktur Walhi Maluku Utara Faizal Ratuela menyebutkan, bencana banjir telah memutus jalan penghubung antar desa. Banjir juga membuat desa Woekob dan Woejerana yang berada 12 kilometer dari wilayah pesisir terisolasi.
Faizal mengatakan, berdasarkan informasi Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Maluku Utara yang berada di lapangan,intensitas hujan masih sangat tinggi, terutama di daerah hulu sungai Kobe, sungai Akejira, sungai Wosia, sungai Meno, Sungai Yonelo, dan sungai Sagea serta daerah aliran sungai lainnya sehingga berpeluang terjadi luapan air dan banjir susulan yang lebih besar dan akan menggenangi desa-desa lainnya yaitu Desa Lelilef Sawai, Desa Gemaaf, Desa Wale, dan Desa Sagea.










