Wamen PPPA dan Gubernur Maluku Soroti Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan di Wilayah Kepulauan

oleh -255 views
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, bersama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dalam Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau yang digelar di Aula BPMP Maluku, Jumat (12/6/2026).

Ia menyebut banyak perempuan di Maluku berperan sebagai nelayan dan petani, namun belum memiliki pengakuan administratif yang memadai sehingga sulit mengakses pembiayaan dan program pemberdayaan.

“Padahal potensi ekonomi perempuan di Maluku sangat besar, termasuk di sektor pariwisata berbasis masyarakat dan pengolahan pangan lokal,” jelasnya.

Komitmen Pemda dan Tantangan Sosial

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan responsif gender.

Ia mengakui kondisi geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan dalam pemerataan layanan dasar.

“Perempuan adalah kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan gerakan perempuan,” tegasnya.

Baca Juga  Puluhan Ton Tanah Diduga Ilegal Dimuat di Dermaga Kupal

Lewerissa juga menyoroti sejumlah persoalan krusial yang masih dihadapi perempuan di Maluku, seperti kekerasan seksual, perkawinan anak, perdagangan orang, serta ketimpangan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat.

Rumuskan Kebijakan Responsif Gender

Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau ini akan berlangsung hingga Sabtu (13/6/2026) dengan agenda diskusi tematik yang diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan pembangunan yang lebih responsif gender di Maluku.

No More Posts Available.

No more pages to load.