Ia mengaku, hal ini sudah dikoordinasikannya dengan Danrem di Kota Ambon dan dalam waktu dekat, Danramil di Wetar Barat akan menyampaikan surat permohonan masyarakat Pulau Liran agar pak Prabowo bisa meminta tim ahli Unhan ke pulau itu.
Sementara itu, di tempat yang sama, Pembina Persatuan Pemuda Pelajar Pulau Werar dan Lirang (P3WL), Jonathan Madiuw menambahkan, kesulitan air bersih di Pulau Liran harus menjadi prioritas pemerintah, karena Pulau Liran adalah Beranda NKRI.
”Bukan rahasia lagi, kalau masyarakat yang sakit parah dan butuh perawatan cepat, mereka sering berobat di Dili, ibu kota Republik Demokrat Timor Leste. Mereka bahkan dijemput di Atauro dengan pasawat dan dibawa berobat gratis ke Dili dan kemudian diantar lagi ke Pulau Liran. Itu karena akses rumah sakit dan tenaga medis representatif yang jauh. Selain itu, pertalian darah antar masyarakat di Liran dan warga di Atauro ikut berpengaruh, Apalagi butuh menumpang transportasi laut berhari-hari ke ibu kota kabupaten maupun ke Provinsi Maluku untuk bisa berobat.” paparnya.
Bukan cuma itu, kehidupan masyarakat di Pulau Liran pun masih tergantung dari Timor Leste dimana hasil perikanan mereka selama ini dijual ke negara yang dulunya menjadi provinsi ke-27 di Indonesia itu.





