Warga Tomalou Minta BWS Malut Perhatikan Kebutuhan Sarana Prasarana Nelayan

oleh -51 views

Porostimur.com, Tidore – Sebagai kampung nelayan nasional yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nomor: 109/KEPMEN-KEP, Tahun 2020 sebagai kampung nelayan maju, warga Kelurahan Tomalou, Kota Tidore Kepulauan kini meminta agar diperhatikan kebutuhan sarana dan prasarana dari Balai Wilayah Sungai.

Sebagaimana diketahui, Kelurahan Tomalou memiliki jumlah pendidik sebanyak 3.200.000 jiwa dengan luas wilayah sebesar 173,38 hektar. Sebab, dahulu para kolano telah memperkenalkan kampung nelayan ini di wilayah Timur Nusantara.

Hal ini ditegaskan oleh koordinator makan sate ikan terbanyak, Janhar Rabo dalam sambutannya, nelayan Tomalou telah diakui eksistensinya sejak tahun 1512 dengan memiliki determinasi yang meliputi wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, bahkan nelayan jepang dan prancis datang belajar mancing di kampung Tomalou.

Baca Juga  KPU Kepulauan Sula Nyatakan Ihsan-Darwis Belum Penuhi Syarat, Masih Ada Peluang!

“Untuk keberlanjutan kebutuhan sarana dan prasaran pendukung nelayan Tomalou, antara lain, pembangunan breakwater, peningkatan jalan produksi, pembangunan mesium nelayan peningkatan jalan produksi dan pemukiman masyarakat, serta pengembangan sentra pengembangan terpadu,” ucap Janhar, dan juga Lurah Tomalou dalam kegiatan makan sate ikan terbanyak, Senin (11/12/2023).

No More Posts Available.

No more pages to load.