Porostimur.com, Ambon – Mantan Ketua DPD PDIP Maluku Edwin Huwae, menyatakan, kepindahan Widya Pratiwi Murad dari partai besutan Megawati Soekarnoputri itu ke Partai Amanat Nasional (PAN) tidak perlu direspon secara berlebihan.
Menurut dia, kepindahan Widya merupakan kehendak politiknya secara pribadi dan tidak merugikan PDIP di Maluku.
“Polemik pindah partai oleh ibu Widya Murad tidak perlu direspon berlebihan. Itu adalah kehendak politik beliau. Saya kira PDI Perjuangan tidak akan dirugikan,” ujar Huwae melalui akun media sosial Facebook, dikutip, Selasa (18/4/2023).

Adwin meminta para kader agar memperkuat solidaritas sesama kader partai dalam menghadapi moment politik yang ada di depan mata, karena saat ini PDIP Maluku sedang dilanda konflik internal yang tidak bisa dinafikan begitu saja.
“Soliditas yang didengungkan jangan juga sekedar “slogan kosong”, karena mengabaikan fakta bahwa pelbagai situasi konflik internal yang terjadi tidak diselesaikan secara jujur berdasarkan ketentuan partai yang berlaku,” tukasnya.
Edwin Huwae memaparkan, sepanjang perjalanan sejarah, sejak masih bernama PDI hingga menjadi PDI Perjuangan, partai tersebut baru pernah dua kali memenangkan Pemilu di Maluku, yakni Pemilu 2014-2019 pada saat kepemimpinan Karel Albert Rahalu dan Pemilu 2019-2024, saat dirinya menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku. “Apakah masih bisa menang di Pemilu 2024?” ujarnya dengan nada tanya.











